Cerita Wara Wiri Ifa episode 3, Part 1; Onty Sari Get Married!

Horeeeey Ifa dapet undangan! Undangan cantik dari Onty Sari yang mau nikah. Bunda nya terharu sekaligus heboh dan dimulailah cerita wara wari Ifa ke Palembang (lagi). Yuk simak cerita baby Ifa on travelling kali ini.

Undangan Pertama Ifa

Usia Ifa untuk wara wiri kali ini sudah masuk 13 bulan, keperluan Ifa yang harus dibawa sudah lumayan berkurang sehingga persiapan packing jadi lebih sedikit. Ifa sudah bisa makan seperti makanan orang dewasa yang berarti peralatan MPASI sudah tidak perlu dibawa (bahagianya Bunda bisa menguragi peralatan perang).

Rencananya kami akan tinggal di Palembang selama 2 hari satu malam, keberangkatan di Hari Jumat, 23 Juni 2016, flight pukul 11.40 WIB, dan kembali ke Jakarta pada Hari Sabtu malam pukul 18.20 WIB. Hotel tempat menginap kali ini yaitu Hotel Horison Ultima. Belajar dari pengalaman sebelumnya, lokasi hotel menjadi pertimbangan pertama buat kami. Lokasi yang dicari adalah yang dekat dengan supermarket sebagai antisipasi apabila ada barang atau keperluan lain yang tidak memungkinkan dibawa atau dipersiapkan dari rumah, atau mungkin tidak sengaja tertinggal sehingga bisa dibeli di supermarket terdekat setibanya di Palembang.

Berikut ini persiapan yang perlu dibawa untuk Ifa (Travelling di Usia 13 Bulan) :

I. Pakaian :

  1. Pakaian tidur 3 set
  2. Pakaian pergi 4 set
  3. Kaos kaki
  4. Sepatu

II. Peralatan Makan

  1. Sendok Makan
  2. Kotak makan anti tumpah/bocor
  3. Kotak snack
  4. Tempat minum, trainning cup atau straw bottle

III. Sanitary

  1. Tissue basah
  2. Hand sanitizer
  3. Sabun cuci perlengkapan makan bayi
  4.  Sabut/spons cuci
  5. Tissue kering
  6. IV. Gear/Moms Gadget
  7. Carrier; ergobaby
  8. Stroller duduk
  9. Baby diapers bag

V. Perlengkapan Mandi (dalam ukuran travelling)

  1. Cotton bud secukupnya
  2. Shampo 2 in 1
  3. Lotion
  4. Hair lotion
  5. Washlap
  6. Pospak secukupnya

VI. Baby Care

  1.  Minyak Telon
  2. Transpulmin baby

Selepas sahur, duo pendekar melanjutkan packing yang belum selesai. Disela-sela packing ternyata Ifa bangun dan akhirnya packing menjadi rusuh, setiap barang yang sudah dirapihkan kembali dibongkar lagi sama Ifa. Jadilah packing ini berjudul bongkar muat @[email protected] Setelah perjuangan panjang packing pun selesai, dan karena Ifa kurang tidur akhirnya kami memutuskan untuk kembali tidur sejenak sebelum jadwal berangkat pukul 08.00 WIB.

Kliseeeeeee, duo pendekar kesiangan, bangun pukul 08.00 WIB, alhasil persiapan mandi dan sebagainya diburu-buru. Ifa juga hanya dilap aja pakai wash lap karena waktu memang sudah mepet. Tepat pukul 10.00 WIB, duo pendekar bersama tuan putri menuju bandara dan perjalanan di mulai. Bismillah..

Duo Pendekar dan Ifa di Pesawat

Owh ya ini pertama kalinya kita berangkat membawa stroller, karena merasa nantinya akan repot untuk adjust stroller, selama dibandara stroller tidak digunakan dan langsung masuk ke bagasi saat check in. Informasi dari beberapa forum, penggunaan stroller di bandara harus ditandai sebagai barang bagasi namun penggunaannya boleh sampai pintu pesawat, selanjutnya stroller harus diserahkan ke petugas untuk dimasukkan ke bagasi.

Selagi di boarding gate, Ifa mamam dulu. Dari rumah sudah aku siapkan nasi dengan tumis telor sayur oyong ikan teri. Lumayan bisa habis satu mangkok sembari menunggu jam keberangkatan. Serasa de javu nyuapin Ifa makan di bandara 7 bulan lalu, masa-masa Ifa awal MP-ASI. Selama di pesawat, Ifa sibuk bermain sesaat, melihat-lihat brosur diselipan bangku kursi, bolak balik pindah ke kursi ayah bundanya, tak lama setelah pesawat lepas landas, Ifa pun tidur dan terbangun saat kami antri untuk mengambil bagasi, menyenangkan bukan? ^^

Jumat, 24 Juni 2016

Check in hotel sekitar pukul 14.00 WIB. Istirahat sejenak sebelum lanjut untuk melirik-lirik Kota Palembang. Sorenya sembari mencari buka, duo pendekar penasaran dengan mall di Palembang. Tujuan pertama sampai di mall Palembang Indah Mall. Mall nya tidak sebesar yang di Jakarta, dan untuk ukuran Hari Jumat, mall ini termasuk sepi, lebih nyaman untuk jalan-jalan. Ada satu hal yang membuat aku cukup terkesan. Mall ini menyediakan peminjaman stroller dan kursi roda. Ruangan bayinya pun besar dan bersih. Terdiri dari satu meja panjang untuk mengganti popok, dua ruangan menyusui dan satu ruangan yang ada mini toilet duduknya. Aku sangat terkesan dengan sarana di mall ini hanya saja sayangnya belum digunakan secara maksimal oleh pengunjung.

Selesai buka dan makan malam, kami lanjut ke mall lain yang katanya mall paling trend di Palembang. Palembang Icon Mall, ternyata ini bukan tipikal mall idaman kami karena terlalu ramai hahaha. Mall ini dipenuhi dengan outlet branded, banyak resto, dan ada tempat fitness nya, sudah mirip dengan mall di Jakarta. Sama seperti mall sebelumnya, disini tersedia peminjaman stroller dan kursi roda. Di sini karena terlalu ramai aku jadi agak malas untuk mencari ruangan bayi, hanya sekedar untuk melihat-liat. Setelah putar-putar sejenak dan Ifa sudah tampak bosan akhirnya kami pulang ke hotel dan bersiap tidur.

Sabtu, 25 Juni 2016

Sahur untuk hari ini disediakan oleh pihak hotel,  sekitar pukul 03.15, duo pendekar dan Ifa turun ke bawah untuk sahur. Ifa duduk di baby chair dengan mata sayu karena masih mengantuk dan tidak bersemangat, sepertinya kejadian kemarin akan terjadi lagi, Ifa akan bangun siang karena kurang tidur @[email protected] Makanan yang disajikan standar seperti sarapan pagi. Untuk rasa lumayan enak dilidah. Nah, Bunda Ifa tidak kehilangan akal untuk membawa bekal makan pagi Ifa nanti. Beberapa potong telur, kuah tekwan, nasi uduk dan ayam opor, dengan takaran porsi Ifa makan, aku bekal dan dimasukan ke dalam dua kotak makanan.

Ifa Ikutan Sahur

Daaaaan bener terjadi kaan.. niat mau datang melihat Onty Sari pemberkatan nikah gagal total.. maap yaak Onty.. T_T. Tuan putri baru bangun jam 09.30 dan masih tidur malas-malasan. Sembari menunggu waktu resepsi akhirnya dibuat rencana dadakan, mengitari daerah sekitar sembari mencari oleh-oleh. Jadilah duo pendekar ini berjalan kaki keliling daerah Sudirman Palembang. Ini rencana dadakan yang menyenangkan sebenarnya, mengenang dulu semasa aku di Palembang, kuliner makanan jaman-jaman sekolah. Kali ini bertiga kami menyusuri Jalan Sudirman.

Roti Bakar Sumatera

Roti bakar biasa sebenarnya, hanya rasa kangen sama kenangan roti bakar ini yang tidak biasa. Dulu setiap kali menunggu waktu les bahasa Inggris selepas pulang sekolah, aku suka mampir kemari beli roti bakar pisang coklat keju. Tempat panggang roti dan posisinya masih sama dengan masa 13 tahun yang lalu… dan rasanya juga masih sama enaknya.. 😀

Roti Bakar Sumatera

Nasi Goreng Merah Citra Rasa

Nasi goreng yang melegenda. Rela balik lagi kesini gegara nasi gorengnya baru buka selepas jam 1 siang, masih sama enaknya dengan yang dulu.

Nasi Goreng Merah Cipta Rasa

Empek-Empek Panggang

Ketemu ini jualan di pinggir jalan. Empek-empek panggang, hanya Rp. 3000 saja. Beli dua aja buat melepas kangen.

Empek empek Panggang

Lanjut tujuan berikutnya, masuk ke Pasar Cinde, tidak niat belanja yaa hanya sekedar keliling sebentar ke dalam pasar. Kondisinya tidak banya berubah, masih banyak kios-kios yang aku kenal pada masa kecil masih ada disana. Kalau dulu mama ku yang menggendong aku jalan-jalan ke pasar ini kali ini aku yang menggendong Ifa. Sweet story of life kan? Aku sempat membeli kopi ditempat yang sama dimana dulu orang tuaku membeli kopi. Mengenang masa-masa kecil ternyata membuat bahagia.

Gaya di Pasar Cinde Palembang
Jalan-jalan Keliling Pasar

Menjelang siang, saatnya balik ke hotel. Siap-siap packing untuk persiapan pulang dan ke resepsi onty. Packing jadi panjang karena tuan puteri ikutan sibuk.

Simak persiapan kita kondangan di Cerita Wara Wiri Ifa episode 3,  Part 2; Onty Sari Get Married! ditulisan berikutnya yaa.. :*

 

Leave a Reply