Keluarga Duo Pendekar Goes To Anyer, Part 1

Keluarga Duo Pendekar Goes to Anyer Cover 1

Mengukir memori tahun 2017 lalu, Keluarga Duo Pendekar berlibur ke Anyer. Berlibur ke Anyer sebenarnya cita-cita terdalam pendekar jagoan yang ingin memperkenalkan Nona Ifa dengan pantai. Persiapan liburan sudah dilakukan sejak rencana cuti duo pendekar disetujui. Cuti lima hari, dengan rencana berlibur dipantai hanya 3 hari 2 malam, rasanya cukup untuk melepas kepenatan, sisanya mau liburan duo pendekar di rumah saja, untuk bonding time dengan Nona Ifa. Sebulan sebelum, checklist mandatory utama sudah dilakukan, karena transportasi liburan menggunakan kendaraan pribadi, maka persiapan lebih ke akomodasi dan keperluan apa saja yang harus dibawa. Kali ini pendekar isteri niat membekali Nona Ifa dengan bola pantai, ban bebek serta mainan ember pasir lengkap dengan aneka sekop dan garpu berwarna lucu. Disimak juga yaa persiapan packing liburan bersama bayi.

 

Hotel Aston Anyer; Don’t Judge a Book from its cover

Senin pagi, keluarga duo pendekar plus Ii Taca berangkat dari rumah menuju Anyer, perjalanan lancar dan penuh dengan kedamaian, alhamdullilah. Tepat pukul 13.00 WIB, rombongan sampai di Aston Hotel. Pilihan hotel kali ini adalah Aston Anyer, karena personil berangkat kali ini adalah kelurga duo pendekar (pendekar ister, pendekar jagoan, dan Nona Ifa) plus Ii Taca, maka kamar yang dipilih agak luas plus tambahan ekstra bed. Hotel Aston Anyer ternyata tidak memiliki lobby yang luas sehingga posisi parkir mobil khusus tamu berada di seberang hotel. Awalnya duo pendekar sempat kecewa melihat penampakan lobby-nya, akan tetapi pepatah ‘Don’t Judge a Book from its cover’ berlaku untuk Hotel Aston Anyer ini. Ternyata banyak keistimewaan Hotel ini. Di bagian lobby seberang receptionist terdapat resto yang menghadap ke laut. Pendekar isteri sudah membayangkan sarapan pagi sambil cuci mata memandang laut. Sekilas dari lobby, rombongan pendekar diantar ke kamar, naik melalui lift yang terletak satu garis lurus dengan pintu masuk. Letak kamar ada di bagian atas lantai lima, paling pojok. Kejutan kedua, kamar yang dipesan ternyata luas sekali, kamar mandi yang super besar dan lengkap, dekorasi kamar yang ciamik, tambahan complementary nestle dolce gusto mini me (pas banget buat duo pendekar yang sukak banget sama kopi). Plus yang tidak bisa ditolak adalah pemandangan dari kamar, ke balkon yang hanya dibatasi dinding kaca berpintu dorong. Saat ke balkon, maka akan terlihat dua kolam renang dibagian kanan bawah serta tangga menuju pantai. Wow akses pantai hotel! Disebelah kiri terdapat tanah berumput lapang untuk bermain serta jembatan dermaga, spot foto yang bagus. Sesuai dengan rencana liburan. Pendekar gagal upload review video disini karena size nya besar, next coba cara lain buat upload yaa..

Pemandangan dari Balkon Kamar
Pemandangan dari Balkon Kamar

 

Balkonnya aman ga? Menurut pendekar isteri balkonnya aman, pagar nya tinggi dengan kisi-kisi yang rapat, Pertama kali ke balkon pendekar jagoan langsung ukur untuk mengetahui apakah Nona Ifa muat untuk masuk melewati kisi-kisi balkon. Ternyata untuk ukuran Nona Ifa yang tergolong kecil perawakannya pun tak cukup. Walau demikian, tetap kondisikan anak selalu dalam pengawasan yaa.. Di balkon juga disedian sepasang kursi dan meja teh, tetapi selama disana, duo pendekar tidak pernah duduk di balkon, alasannya kurang nyaman karena cuaca pantai yang panas, kalau malam hari, angin terasa lembab.

 

Pondok Lesehan Ikan Bakar

Selesai rehat sebentar di kamar, saatnya makan siang yang tertunda. Pendekar jagoan mendapat pencerahan dari Om Google tempat makan seafood dengan harga murah sekitar Aston yaitu Pondok Lesehan Ikan Bakar. Buat pecinta seafood, makan disini menjadi surga kuliner, rasa masakan yang enak dan harga yang lumayan untuk ukuran seafood membuat tempat ini menjadi tempat makan siang selama keluarga duo pendekar liburan di Anyer. Belum bosan dengan ikan bakar dan ikan bakar. Enak banget…  Kalau tempat makannya standar seafood pinggir jalan tapi bedanya disini sedia EDC jadi pembayaran bisa pakai debit juga. Pendekar isteri juga baru tahu fasilitas bayar ini setelah hari kedua makan disana.

Menu Pondok Lesehan Ikan Bakar - mesayurini
Menu Pondok Lesehan Ikan Bakar

 

Acara Bermain Pasir

“Air jangan deket-deket Ifa.. Bunda, kok air nya deket-deket Ifa terus?”

Belum ada ide buat muter-meter daerah sekitar, karena sepanjang mata memandang hanya ada rumah-rumah penduduk, akhirnya pukul 16.00 WIB keluarga duo pendekar kembali hotel. Sayang yaa kalau langsung ngedon di kamar, akhirnya keluarga pendekar menyusuri hotel, melihat dengan jelas kolam renang hotel. Ada dua kolam yang tersedia disana, sebelah kiri kolam berbentuk persegi panjang dengan kedalaman sekitar 1.5 sampai 2 meter sedangkan sebelah kanan kolam berbentuk lingkaran khusus untuk anak-anak. Jalan ke depan lagi ada tangga turunan menuju pantai. Tangga di desain yang cukup baik, tidak licin dan bagian bawah tangga terdapat parit kecil dengan aliran air yang berasal dari pipa berfungsi untuk membersihkan kaki dari pasir sebelum naik kembali ke tangga atas.

Pertama kali turun ke bawah Nona Ifa mulai memasang muka girang dengan mata bergirang-girang. Tipikal anak-anak yang ga menolak kalau dikasih main air dan berantakin pasir. Perdana Nona Ifa menginjak pasir pantai, (sebelumnya hanya mainan kinetik sand) mukanya langsung nyengir lalu dengan senang hati pendekar jagoan memberikan mainan ember pasirnya. Tak pakai lama, semua asik bermain main pasir, termasuk Ii Taca. Ada kejadian yang lucu, saat bermain pasir, Nona Ifa sempat bengong memperhatikan air lain yang mendekat dan menjauh darinya karena dorongan arus. Lalu Nona Ifa teriak “Air jangan deket-deket Ifa.. Bunda, kok air nya deket-deket Ifa terus?” hayoo mau jawab gimana yaa? Pendekar isteri tak tahan ketawa.

Pose Riang Nona Ifa Bermain di Pantai
Pose Riang Nona Ifa Bermain di Pantai

 

Kondisi pantai sangat bersih begitu juga dengan pasirnya. Petugas hotel disana setiap saat berkeliling untuk kontrol kondisi kolam beserta pantai sekitar. Pagi hari sebelum kolam renang ramai, petugas menyedot sisa pasir yang mengendap di dalam kolam, sehingga air kolam selalu tampak jernih. Untuk yang suka berjemur, tersedia banyak kursi di sisi pantai dan ditepi kolam renang persegi panjang. Semakin sore air semakin pasang, alih-laih mau menikmati sunset gagal karena langit bercampur dengan suasana mendung dan angin semangin kencang. Yuk lah cus ke kamar aja, besok rencananya pasukan akan mencoba kolam renang.

Bagaimana kelanjutan cerita Keluarga Duo Pendekar selama di Anyer yaa??

Keluarga Duo Pendekar Goes to Anyer, Part 2

 

4 Replies to “Keluarga Duo Pendekar Goes To Anyer, Part 1”

  1. […] Keluarga Duo Pendekar Goes To Anyer, Part 1 […]

  2. […] lokasi berlibur. Setelah Desember tahun lalu keluarga pendekar bersenang-senang liburan di pantai Anyer, maka kali ini duo pendekar juga memutuskan untuk kembali berlibur ke pantai. Kenapa? Keluarga duo […]

  3. […] Simak juga yaaLiburan keluarga pendekar lainnya. […]

  4. Terima kasih infonya.
    Gojek semalam berapa tuch di hotel ?

Leave a Reply