Mesayu Tips; Sukses ASI untuk Working Mom

Tiga bulan sudah, cuti melahirkan selesai dan saatnya kembali ke kenyataan. Kerja! Selama cuti aku hanya berhasil menyiapkan stock ASIP buat Ifa sebanyak 72 botol kaca rata-rata berisi 90 – 100 ml, satu botol berhasil terisi setelah 4 sampai 6 kali memompa ASI. Kalau dihitung dengan rerata minum ASIP Ifa dari pagi sampai sore yang butuh 500 – 600 ml, stock 72 botol hanya bertahan 12 hari. Sepertinya kurang yaa buat lulus ASI eksklusif apabila (amit-amit) terjadi sesuatu dan aku tidak bisa meneruskan memberi ASI secara langsung.

Kalau mau dikatakan lulus ASI eksklusif A+, sebenarnya kurang tepat juga karena Ifa sempat merasakan susu formula (sufor) diusia satu minggu. Alasannya kenapa? terlalu banyak faktor eksternal yang terjadi waktu itu. Konsumsi sufor Ifa waktu itu adalah 60ml/hari dan hanya berlangsung selama 5 hari berturut-turut, sisanya semua kebutuhan minum Ifa dipenuhi oleh ASI, selanjutnya aku berniat untuk berusaha memberikan Ifa full ASI.

ASIP Ifa

Modal percaya diri, cita-cita memberi Ifa ASI sampai dengan lulus S3 (sampai Ifa berumur 2 tahun) terus diusahakan. Langkah pertama menetapkan misi yaitu menjaga jumlah stock ASIP. Selama berkerja aku harus membawa pulang ASIP paling sedikit sama dengan jumlah ASIP yang diminum Ifa. Naah, implementasinya gimana?

Sebagai working mom, berikut beberapa usaha yang aku lakukan untuk menjaga stock ASIP tetap terjaga atau bahkan bertambah lebih banyak :

  1. Awal masuk kerja, usahakan untuk berdiskusi dengan atasan dan rekan kerja satu tim mengenai kebutuhan memompa ASI. Tujuannya agar diperoleh kesepakatan sehingga kita tenang meninggalkan pekerjaan sejenak untuk memompa.
  2. Selanjutnya, susun jadwal memompa. Jadwal memompa ASI ku yaitu sebanyak 4 kali selama di kantor/selama tidak bersama bayi, dengan jadwal pagi (07.30 – 08.00), sebelum makan siang (11.00 – 11.30), setelah makan siang (13.30 – 14.00) dan sebelum pulang (17.00 – 17.30). Jika ada jadwal memompa yang terlewati karena ada pekerjaan yang tidak dapat ditinggalkan, aktivitas memompa aku lakukan selama di perjalanan ke rumah. Selanjutnya, saat Ifa memasuki masa MPASI, jadwal memompa di kantor dikurangi menjadi tiga kali. Kudu belajar pinter mengatur jadwal kerjaan juga agar kerjaan dan pumping bisa tetap jalan bersama.
  3. Memompa saat tidak bekerja (hari libur atau weekend). Selama bersama dengan Ifa di hari Sabtu – Minggu aku tetap menyempatkan diri untuk memompa, tujuannya untuk menambah stock ASIP atau mengejar kekurangan stock yang dibawa pulang selama bekerja.
  4. Displin dengan jadwal memompa. Produksi ASI mengikuti prinsip supply and demand. Maksudnya, semakin tinggi kebutuhan bayi, semakin banyak produksi ASI. Semakin sering menyusui/memompa maka ASI akan semakin banyak. Menunda jadwal memompa tidak akan membuat hasil ASIP menjadi dua kali lipat, kecuali ada kondisi dimana pekerjaan benar-benar tidak dapat ditinggalkan, terpaksa jadwal pompa dilewatkan.
  5. Tidak perlu khawatir ASI akan habis, terkadang aku memompa dahulu sebelum Ifa menyusu. Bayi memiliki cara tersendiri untuk menyusu dan percayalah, ASI pasti ada. Positive thinking.
  6. Banyak minum selama di kantor. Keasyikan bekerja terkadang membuat kita lupa minum yang cukup (ini aku juga sering lupa T_T).
  7. Hindari stress. Hal ini terkadang sangat berat dilakukan apalagi kalau sudah menyangkut tengat kerjaan yang sudah mepet, atau masalah-masalah lainnya. Salah satu cara yang aku lakukan untuk membuang kepenatan dan stress adalah melihat foto Ifa selama di kantor. Hal sederhana yang membuat hati senang.
  8. Memacu semangat sendiri untuk tetap rajin memompa ASI. Salah satu cara yang sering aku gunakan adalah aku sering mencari gambar stock-stock ASIP yang banyak tersusun di lemari pendingin yang ada di internet, semakin banyak tumpukan ASIP yang ditampilan di foto semakin membuat aku semangat. Eits.. bukan maniak yaa ini tujuannya untuk membuat diri sendiri yakin kalau jutaan ibu-ibu disana bisa, maka aku juga bisa (walau penuh perjuangan hahaha). Kedua adalah memajang foto Ifa di meja kantor, dengan melihat foto Ifa rasa malas pumping akan hilang.
  9. Atasi rasa bosan terhadap mempompa ASI. Niat untuk menyusui sampai dengan usia anak 2 tahun memang butuh perjuangan. Ada kalanya rasa bosan melanda, disaat asik bekerja atau jalan-jalan, waktu harus terpotong dengan jadwal mempompa ASI atau mungkin juga merasa merasa aktivitas seharian terkadang di dominasi dengan seputar memompa ASI, mencuci botol, mengeringkan, manajemen ASIP , replay!. Cara paling mudah mengatasinya adalah dengan tetap mengingat niat awal yaitu Ifa berhak mendapatkan ASI nya selama 2 tahun, begitu membayangkan ekspresi Ifa yang senang setelah menyusui, aku tidak mengenal rasa bosan untuk memompa ASI. Carilah cara untuk mengatasi rasa bosan ibu-ibu sekalian.
  10. Mencari dukungan suami, keluarga besar dan ibu-ibu menyusui. Dukungan suami dan keluarga untuk bisa sukses ASI sangat membantu. Apabila dukungan tersebut masih belum maksimal, coba bicara atau mengobrol dengan ibu ibu seperjuangan yang sedang dalam masa menyusui atau sudah sukses melewati fase ini. Semangat dan dukungan seperti ini akan sangat berarti.

Apabila tidak ada kendala medis, setiap Ibu seharusnya dapat menyusui anaknya. Tidak ada yang tidak mungkin! Aku bukan penghasil ASI dengan jumlah yang dahsyat untuk sekali pompa dan perjuangan ASI ku sudah punya cerita tersendiri, maka agar stock tetap terjaga, cara yang dapat aku pakai adalah rajin untuk memompa. Awalnya, sulit tetapi lama kelamaan, sedikit demi sedikit stock ASIP semakin bertambah dan bukannya berkurang. Alhamdullilah, Ifa sudah lulus S1 B+, dan S2 A+ (menilai sendiri hahaha) dan sampai sampai hari stock ASIP Ifa masih terkumpul sekitar ±200 campuran plastik dan botol and still counting.

Semoga ibu-ibu yang tengah berusaha untuk menyusui anaknya tetap semangat menyusui. Bagaimana pun sulitnya, bagaimanapun banyak kendala atau hambatan, tetaplah berusaha sampai memang benar-benar tidak ada jalan. Ayoo semangat ASI.

Terima kasih untuk pendekar jagoan untuk setiap kesabarannya selalu menemani aku dalam mencari solusi permasalahan ASI untuk Ifa.

Terima kasih untuk Shinta Kumala Syari, ibu muda yang mandiri, yang dengan sangat sabar memberi tips dan berbagi pengalaman menyusui dan yang terutama memberikan semangat buatku sehingga dapat melalui masa-masa sulit menyusui.

Terima kasih untuk atasan dan rekan kerja ku yang sudah memberikan pengertian dan dukungannya sehingga aku tetap bisa menyusui.

😆

Artikel Terkait :

Mesayu Tips; Booster ASI

Perjuangan ASI untuk Ifa Part 1

Leave a Reply