Mesayu Tips; Sukses Menyapih dengan Cinta (Weaning with Love)

Yeeeiiii Nona Ifa lulus Asi S3 di usia 27 bulan.

Pendekar isteri ingin berbagi pengalaman serta tips sukses menyapih dengan cinta (Weaning with Love).

Ada awal, ada akhir.. ahaaay.. awal sama akhir apa nih? Bulan Mei 2017, Nona Ifa berusia 2 tahun yang berarti Nona Ifa semakin pintar,   dan menggemaskan (duh pengen diuyel uyel). Dua tahun berarti sesi menyusui selesai, saatnya pendekar isteri dan Nona Ifa sama-sama harus memasuki masa menyapih.

Pendekar Istri dan Nona Ifa membutuhkan waktu total 6 bulan sampai akhirnya mensuskseskan menyapih dengan cinta atau bahasa dunia busui yaitu Weaning with Love.

Tips sukses menyapih dengan cinta :

1. Afirmasi anak.

Persiapan menyapih dengan cinta dimulai sejak Nona Ifa berusia 21 bulan. Tiga bulan sebelum ulang tahun keduanya, pendekar isteri, memberi afirmasi kepada Nona Ifa. Setiap hari dalam tiga bulan tersebut Nona Ifa akan mendengar kalimat yang kurang lebih seperti ini.

“Ifa, mau apa? Sepeda, kalau nanti Ifa ulang tahun, ada kue, tiup lilin, dan ada sepeda, berarti umur Ifa sudah 2 tahun. Ifa nda nenen lagi ya”.

Proses ini tidak hanya dilakukan oleh pendekar isteri, tetapi disepakati juga oleh pendekar jagoan, dan anggota keluarga lain yang turut menjaga Ifa selagi duo pendekar kerja. Proses ini membutuhkan kesabaran karena anak belum tentu cepat mengerti, pada mulanya Nona Ifa hanya mendengar dan tidak mengerti, tetapi lama-lama dia dapat menyambung kalimat tersebut dan bahkan pada akhirnya hafal dengan sendirinya. Melalui proses ini, Nona Ifa mendapat gambaran sebagai penanda ‘kapan dia harus berhenti nenen’ yaitu ketika berusia 2 tahun, kapan Nona Ifa tahu kalau dia berusia 2 tahun? Yaitu saat dia mendapatkan kue, tiup lilin dan mendapat sepeda sebagai hadiah ulang tahunnya. Gunakan hal yang disukai oleh anak untuk menarik perhatiannya, contoh dalam kasus Nona Ifa adalah sepeda. Duo pendekar sering mengungukit sepeda sebagai suatu mainan yang menarik sehingga lama-kelamaan Nona Ifa jadi menyukai sepeda dan ingin punya sepeda. Cara yang dapat digunakan, misal saat ke mall melihat sepeda anak-anak, kita dapat bilang “Nak, ini sepeda warnanya pink, kalau naik sepeda nanti Ifa taro teddy bear nya di keranjang depan, trus Ifa bisa goes goes” dst.

2. Perkuat afirmasi dengan menciptakan kondisi penanda ‘kapan’.

Salah satu alasan besar kenapa ulang tahun Nona Ifa yang kedua kembali dirayakan adalah untuk mewujudkan kondisi nyata yang akan memperkuat afirmasi yang sudah dilakukan. Pendekar isteri mempersiapan kue ulang tahun (baca: memesan kue ulang tahun tema tsum tsum) dengan lilin yang siap ditiup. Pendekar jagoan juga sudah siap dengan hadiah sepeda merah roda tiga sebagai hadiah Nona Ifa. Sepedanya bukan warna pink, karena kebetulan yang diskon yang warna merah (biar lebih berasa efektifnya membeli sepeda, cari yang diskon). Malamnya setelah acara ulang tahun selesai dan setelah sesi buka kado selesai, Nona Ifa berkata

Bunda Ifa udah 2 tahun, nda nenen lagi. Dan malam itu, Ifa tidur tanpa nenen. Luar biasa kami sendiri kagum pengorbanan duo pendekar langsung berasa hasilnya.

Untungnya Nona Ifa ga protes warna sepedanya hahahaha.

 

Kue dan Lilin Ulang Tahun Nona Ifa
Nona Ifa dan Banyak Kado

3. Persiapkan mental bunda untuk berhenti menyusui.

Seharusnya, perjuangan menyapih Nona Ifa selesai dalam 3 bulan. Akan tetapi akhirnya, pendekar isteri menambah 3 bulan lagi menyusui Nona Ifa. Lho kok bisa? Iyaaaa, karena pendekar isteri merasa kehilangan proses menyusui, kehilangan rasa bahagia menyususi. Akhirnya yang terjadi adalah seminggu Nona Ifa sudah tidak nenen, pendekar isteri meminta Nona Ifa nenen lagi hahaha. Jadilah setiap sebelum tidur Nona Ifa nenen, dan untungnya setelah 3 bulan, Nona Ifa berhenti dengan sendirinya. Kalau ditanya kenapa tidak mau nenen lagi? Jawabnya “Ifa udah besar”. Itu latar belakang kenapa Nona Ifa baru benar-benar lepas nenen setelah berusia 27 bulan.

Berdasarkan pengalaman tersebut, pendekar isteri mengambil kesimpulan bahwa sukses menyapih harus dimulai dulu dari Bunda. Mental bunda harus dipersiapkan untuk menerima kembali perubahan dalam dirinya yaitu perlahan berhenti memproduksi susu. Bunda harus menerima perubahan aktivitas harian untuk tidak menyusui dan yang terutama menerima kalau anak kita sudah bukan bayi mungil lagi huhuhu.

4. Selalu percaya bahwa anak kita pintar dan dapat menyesuaikan diri dengan cepat.

Berapa pun usia anak kita, percaya kalau mereka itu pintar, dan mereka itu adalah penjelajah kecil yang tangguh, pelajar yang baik dan mudah beradaptasi. Kita dapat menyampaikan maksud kita. Kalau dipikir-pikir, anak yang belum 2 tahun kok bisa ya mengerti maksud ayah bunda nya? Tetapi pada yang terjadi Nona Ifa membuktikan bahwa anak dapat mengerti orangtua nya dan cepat beradaptasi. Jujur saja, Duo pendekar juga merasa surprise. Tiga bulan, waktu yang dibutuhkan buat Nona Ifa mengerti dan memahami maksud duo pendekar untuk tidak nenen lagi.

5. Bersabar.

Bersabarlah untuk mewujudkan proses menyapih dengan cinta ini. Perjuangannya mungkin berbeda-beda untuk pasangan bunda dan anak. Pilihan terbaik adalah bersabar, sehingga Bunda dan anak bersama-sama dapat sampai pada titik sepakat untuk tidak menyusui dan disusui. Sulit hanya diawal saja, selanjutnya akan proses akan mengalir dengan sendirinya.

6. Kuatkan niat sukses menyapih.

“Oles kunyit, brotowali, atau obat merah ke payudara… dst”. Pendekar isteri banyak mendapat jawaban seperti ini saat bertanya ke bunda menyusui mengenai tips mereka untuk menyapih. Cara itu tidak dapat disalahkan, akan tetapi pendekar isteri akhirnya ingin mencoba sesuatu yang berbeda serta menguatkan niat untuk mengkomunikasikan proses menyapih ini dengan Nona Ifa.

7. Ciptakan kerjasama dan kekompakan.

Sukses menyapih dengan cinta juga harus ditunjang oleh kerja sama dan kekompakan. Kerja sama bunda dan anak, kekompakan suami isteri serta anggota keluarga lain yang turut menjaga anak. Apabila bunda adalah working mom seperti pendekar isteri maka bicarakan mengenai proses menyapih ini dengan orang yang menjaga anak ketika tidak di rumah (Nona Ifa menyusui ASI melalui botol saat ditinggal pendekar isteri bekerja). Dengan demikian anak tidak mendapat perlakuan yang berbeda saat tidak bersama bunda.

8. Perkenalkan alternatif pengganti ASI kepada anak.

Alternatif pengganti ASI dapat berupa susu UHT ataupun formula. Terkadang untuk mencari susu pengganti ASI ini menjadi pe er tersendiri karena setiap anak memiliki kesukaan yang berbeda-beda terhadap susu. Sebenarnya anak yang sudah disapih tidak diharuskan minum susu pengganti hanya saja sebagai konsekensinya asupan gizi anak tetap dijaga dengan baik,

Perjuangan menyapih punya cerita yang berbeda-beda dan tentunya dengan cara berbeda pula. Bagaimana dengan cerita Bunda?

Yuk Menyapih dengan Cinta.

Salam Pendekar Isteri

 

Leave a Reply