Perjuangan ASI untuk Ifa Part 1

Kehamilan, Melahirkan dan Menyusui. Jika akan diberikan point tingkat kesulitan maka aku akan memberikan nilai 9 dari 10 untuk level menyusui.

Masa aku mengandung Ifa, aku tidak memiliki keluhan berarti sama sekali, aku masih bisa berolah raga sampai dengan usia kandunganku 32 minggu lebih, morning sickness juga tidak berlangsung lama dan tidak melelahkan, proses melahirkan dan sakitnya bekas caesar masih bisa aku tahan. Efek lelah karena waktu tidur maksimal hanya 4 jam sehari selama usia Ifa belum 6 bulan juga tidak menjadi masalh besar. Tetapi menyusui dapat aku katakan perjuangan terbesar yang harus aku menangkan!

Awal mula cerita, ASI ku baru bisa keluar dihari ketiga pasca operasi caesar. Selama itu pula Ifa tidak diberikan asupan makanan. Saat itu kami masih berada di rumah sakit, dan tiga hari itu pula, setiap harinya suster membantu memberi pijatan dipayudaraku untuk melancarkan jalur ASI dan aku disarankan untuk tetap menyusui Ifa agar payudaraku lebih mendapat rangsangan untuk memproduksi ASI.

Tepat dihari ketiga, kolostrum yang ditunggu-tunggu akhirnya menunjukkan tanda-tanda baik. Ifa akhirnya mendapat asupan makanan. Menyusui ternyata mudah ya. Owh belum selesai sampai disini! Dini hari aku merasakan badan seperti demam, dan tidur pun mulai terasa tidak nyenyak. Selanjutnya, aku merasakan sakit disekitar kedua payudaraku. Sakit yang luar biasa, seperti tertimpa benda berat dan sesak. Aku begitu kaget saat aku pegang ternyata payudaraku keras membengkak. Tidak pakai lama, aku bangunkan pendekar jagoan yang tidur di ranjang jaga di sebelahku. Akhirnya, pendekar jagoan keluar ke ruangan suster jaga yang tepat berada di seberang kamar kami (sudah nda kepikiran mau pencet bel panggilan suster). Beberapa menit kemudian pendekar jagoan masuk bersama suster jaga. Setelah suster melihat kondisi payudaraku dia tersenyum dan berkata bahwa ASI ku sedang giat memproduksi dan saatnya aku harus memompa untuk mengurangi efek bengkaknya.

Cerita berlanjut ke part2

Perjuangan ASI untuk Ifa Part 2

Leave a Reply