Perjuangan ASI untuk Ifa Part 2

Posisi tidur membuat aku tidak nyaman, akhirnya sembari menunggu suster kembali dengan alat pompa ASI aku putuskan untuk bercermin dan melihat payudaraku dengan jelas. Oh my ini besar dan benar benar besar hahaha, impian para wanita, dua buah payudara besar dan kencang (mulai salah fokus) tapi mengingat sakitnya luar biasa aku menginginkan kondisi payudaraku yang dulu aja. Hai para gadis, berfikirlah banyak kali untuk operasi pembesaran payudara! (Apa toh, Rin).

Nah akhirnya yang ditunggu datang. Suster masuk dengan menenteng kotak seperti kotak perkakas. Ini ya namanya alat pompa. Besar kali! Rasa sakit tidak membuat aku banyak bertanya, penjelasan singkat dan tepat mengenai penggunaan pompa raksasa bermerk medela itu aku simak dengan seksama. Lanjut prakteknya. Ternyata, memompa ASI juga tidak mudah, bayanganku sirna, ASI itu tidak serta merta mengalir seperti air hasil pompa jet pump. Beberapa menit berlalu tidak ada ASI yang keluar. Akhirnya suster menyarankan untuk melakukan kompres payudara dengan washlap hangat. Aku mengompres payudara sambil sesekali memberi pijatan perlahan. Pendekar jagoan  yang sudah tampak bingung turut membantu memegang botol dan alat pompa saat aku sibuk dengan washlap dan pijatan.

Tiga puluh menit berlalu, ASI terkumpul 10 ml. Baru kali ini aku terharu melihat cairan 10 ml yang tertampung dalam sebuah botol. Tapi serius yaaa, ini payudara super duper ekstra mega besar hanya berisi 10 ml ASI? Berikutnya aku menyerah di menit ke 60. Total 30 ml ASI terkumpul. Aku merasa sedikit lebih baik.

Suster memindahkan ASIP ku kedalam botol kaca dan memberikan label. Stock minum Ifa di malam hari. Berikutnya, aku semakin tidak sabar menunggu Ifa datang untuk menyusui. Tolonglah bunda, nak. Pengosongan ASI terbaik adalah dengan menyusui. Keesokan harinya di rumah sakit, aku tidak melepaskan dari Ifa, waktu menyusui dan memandang sibuknya Ifa menyusui menjadi hal paling menarik di dunia.

Dan permasalahan berikutnya, terjadi di hari terakhir aku di rumah sakit. Aku mulai merasakan perih di sekitar putingku. Putingku lecet dan mulai mengeluarkan darah. Suster memberiku salep oles untuk meringankan rasa sakit. Berbekal ilmu pijat pelancar ASI, teknik menyusui, manajemen ASI, dan Bepanthen obat salep. Kami bertiga pulang ke rumah.

Perjuangan ASI untuk Ifa Part 3

Leave a Reply