Perlukah USG 4D? Ketika Menyapa Ifa Saat 4D

Selama hamil aku paling rajin kontrol kehamilan. Sejarah keguguran dikehamilan pertama membuat aku lebih waspada bin protektif berlebihan. Dalam satu bulan, di trismester pertama dan kedua, terkadang aku bisa mengunjugi dokter sampai 2 – 3 kali hanya untuk menanyakan kondisi kehamilanku. Apabila ada sesuatu yang tidak biasa, semisal aku tidak merasakan gerakan bayi (padahal baru beberapa jam bayi tidak bergerak) akhirnya aku kedokter dan setelah diperiksa ternyata Ifa mungil di perut sedang bobo, sehingga tidak ada gerakan yang berarti, serta kekhawatiran lainnya yang menurut obgyn adalah hal yang normal. So, harap maklum kalau sampai obgyn nya sampe bingung melihat calon mamak satu ini terlalu khawatir.

Bermula dari melihat iklan yang memperlihatkan foto hasil USG 4D bayi, saat kontrol kandungan duo pendekar tertarik untuk melakukan USG 4D. Niatnya ingin melihat seperti apa wajah bayi nan kooperatif ini di dalam perutku, karena kata iklan tadi hasil foto USG 4D dapat menampilkan keakuratan penampakan wajah bayi. Wuuihh pengen kan liat wajah dede bayi hahaha, sekalian buat dokumentasi buat Ifa kelak kalau sudah gede. Untuk USG 4D ini disarankan dilakukan minimal usia kandungan 28 minggu agar wajah bayi terlihat jelas.

Penantian minggu ke minggu yang cukup panjang akhirnya kesampaian juga. Di pertemuan kontrol kandungan sebelumnya, aku sudah mengutarakan request ke Obgyn Yusfa, dan sekarang saatnya. Prosedurnya seperti biasa, sebelum memulai USG 4D, dokter memastikan dahulu posisi bayi dalam perutku pas; alias sensor USG dapat menangkap raut wajah bayi. Seperti biasa, ifa mungil di perut selalu malu kalau USG, wajahnya suka ditutupi oleh kedua tangannya.. Nak, ini bunda dan ayah mu kepengen banget lhoo liat Ifa.

Pose Andalan Ifa Kalau di USG

Hampir saja USG 4D nya batal karena Ifa masih malu-malu, tetapi tidak lama kemudian, obgyn bilang kita sudah bisa USG 4D. Dan taraaaa.. itu dia Ifa! Lebih jelas dari USG 3D. Gerakan Ifa terlihat, serasa menonton video. Wajah mungil Ifa, lucuuu banget, serba mungil, tangannya, kakinya, matanya, hidungnya seperti hidung anime Jepang hahaha, lalu bibir mungilnya kiyut, telinganya melengkung kecil akh.. perpaduan yang cantik! Mamak ini sampai bengong terharu liatnya. Sembari menggerakkan alat USG diatas perutku, obgyn sembari menyampaikan informasi, “kondisi fisiknya baik dan lengkap, dan bayinya berjenis kelamin perempuan, masih sama seperti tiga bulan yang lalu ya”, kata obgyn sambil tersenyum. “satu, dua, tiga, empat, lima.. ” Jari tangan kanannya lengkap dan dokter mengulangi kembali hitungannya untuk tangan kiri, kaki kanan dan kaki kiri. Lengkap semua!

Kaki dan Tangan Ifa

Setelah dirasa selesai memuaskan rasa keingintahuan pasangan calon ayah bunda ini, obgyn mulai melakukan screening lebih detail. Kondisi air ketubanku yang termasuk banyak membuat dokter ingin menganalisa lebih jauh. Awalnya, dilihat posisi plasenta, alhamdulliah baik karena tidak menutupi jalan lahir. Kedua jantung, alhamdullilah baik, terbentuk dengan baik serta sekat sempurna yang membagi jantung menjadi empat bilik. Ketiga hati, alhamdulillah normal. Keempat, perhatian lebih terfokus pada lambung, alhamdullilah normal begitu pula  yang kelima yaitu kedua ginjal yang alhamdullilah baik juga. Selanjutnya dan selanjutnya.. nafas serasa tertahan.. Akhirnya, tarikan nafas lega dapat aku rasakan setelah obgyn menyatakan semua baik-baik saja dan air ketubanku  banyak bukan merupakan indikasi kelainan pada janin. Sekali lagi alhamdullilah.

Kedua pendekar jagoan ini baru tahu kalau air ketuban yang banyak tidak selalu pertanda baik. Kelebihan air ketuban dapat menjadi indikasi kelainan janin yang membuat sulit bagi bayi untuk menelan dan memproses cairan dari biasanya misalnya, bibir sumbing atau gangguan langit-langit, penyumbatan gastrointestinal (berkaitan dengan sistem pencernaan lambung dan usus), hidrosefalus atau masalah lainnya yang sepertinya penjelasan ini semakin lama semakin membuat ekspersi duo pendekar ini datar hahaha. Tetapi sejauh ini alhamdullilah bayi kami sehat.

Ifa (2 Bulan) yang dulu di USG malu-malu, udah lahir jadi narsis ^^

 

Ifa Usia 2 Bulan Tampak Samping

Setelah proses ini selesai, ternyata kami, manusia calon orang tua yang awam akhirnya mendapat ilmu baru. USG 4D sebenarnya hanya sarana buat lucu-lucuan memenuhi kenginanan orang tua yang ingin melihat rupa bayi dalam kandungan. Tetapi manfaatnya jauh lebih besar dari itu. Ini beberapa manfaat USG 4D :

  1. USG 4D sebenarnya dapat dilakukan lebih awal kehamilan untuk mengetahui kelainan kromosom atau kelainan jantung atau seperti yang kami lakukan, USG 4D pada usia kehamilan 28-32 minggu yang ternyata lebih untuk mengetahui kelainan pada pertumbuhan janin, bukan hanya untuk melihat wajah bayi.
  2. Mengetahui pergerakan dan perilaku janin dalam kandungan. Benar-benar teknologi yang luar biasa, kita bisa melihat bayi yang ada dalam kandungan kita bergerak.
  3. Dokumentasi video dan gambar USG 4D dapat disimpan dalam bentuk CD. Sepulang dari kontrol kandungan aku membawa pulang album foto hasil USG 4D dan CD video nya.

Jadi kesimpulannya USG 4D itu sangat bermanfaat. Apalagi sudah ada indikasi yang terlihat saat USG 3D, maka 4D menjadi perlu dilakukan. Tambahan informasi, kami melakukan USG 4D dengan obgyn kami Yusfa di RSIA YPK Mandiri, ditahun 2015 dengan kisaran biaya sebesar 750rb. Selamat mencoba. Happy Baby Bumps.

Leave a Reply