Review Gendongan Bayi Part 1; Baby Wrap

Menginjak usia Ifa 4 bulan, beratnya sudah sekitar 6 kg lebih, dan Ifa lebih suka memilih dekat dengan bau badan Bunda nya daripada tidur di baby crib yang lucu, penuh dengan mainan atau tidur di kasur empuk yang luas. Alhasil, hampir seharian Ifa digendong oleh aku, bundanya. Menggendong Ifa berarti aku memberikan Ifa kenyamanan karena mencium bau ASI, menggendong Ifa berati aku dapat terus melihat Ifa dari dekat sambil tersenyum kagum, menggendong Ifa berarti aku dapat memastikan Ifa aman dan yang sudah pasti aku bisa sering mencium-cium Ifa dan menggendong bayi imut yang baru berusia 4 bulan sebenarnya bukan hal yang berat.

Tetapi.. ceritanya akan lain apabila si mungil nan lucu ini maunya digendong hampir seharian. Aktifitas makan, dan berberes rumah akan jadi hal menyulitkan, apalagi sejak usia Ifa 3 bulan aku sudah dianggap lulus oleh Oma Ifa dalam berguru mengurus bayi Ifa selama tiga bulan pula dan akhirnya balik ke rumah sendiri, tanpa ART ataupun baby sitter. Saat akan mandi Ifa aku tidurkan di baby crib, namun terkadang tidak lama Ifa akan menangis sehingga aktifitas mandi harus aku lakukan dengan super duper cepat.

Aku suka menggendong Ifa namun harus dicari cara agar aku tetap bisa menggendong Ifa dan pekerjaan lain tetap bisa aku kerjakan. Cukin tidak efisien karena lama memakai cukin akan membuat bahu dan leher sakit, belum lagi tanganku tidak bisa bergerak bebas. Selanjutnya, aku tertarik mencoba baby wrap keluaran moby, Moby Baby Wrap.

Ifa dan Baby Wrap

Moby Baby Wrap

Awalnya aku tidak begitu antusias ketika melihat review baby wrap di internet, akan tetapi karena baby wrap terlihat aman untuk bayi new born dan lagi pula kebutuhan mendesak akhirnya aku putuskan untuk mecoba baby wrap. Seperti biasa andalan utama adalah belanja via toko online. Banyak brand yang mengeluarkan baby wrap dan pilihanku jatuh pada Moby Baby Wrap warna biru

Fitur Moby Baby Wrap

Setelah baby wrap ini tiba, aku membuka paketnya. Satu paket kantong Moby Baby Wrap terdiri dari satu kain yang paaanjaaang yang memungkinkan untuk membuat  berbagai simpul saat menggendong bayi. Tipikal kainnya lembut dan lentur/elastis seperti ada campuran karetnya. Didalam kantongnya juga ada buku panduan penggunaan dan perawatan moby baby wrap.

Untuk menggunakan baby wrap ini dibutuhkan skill mengikat. Banyak tutorial baby wrap yang dapat dipelajari di internet dan akhirnya setelah pendekar jagoan pulang, aku memiliki waktu untuk leveling kemampuan ikat mengikat hahaha. Dari banyak style menggendong, aku lebih menyukai tipe kangaroo style. Tipe gendongan ini lebih cepat aku aplikasikan dan aku tidak terlalu sulit untuk mengukur keseimbangan ikatan antara sisi kiri dan kanan tubuhku dan dengan cara gendongan kangguru ini, Ifa lebih mudah berkooperatif dibanding dengan hug a bub sling style atau lainnya.

fa dan Baby Wrap Tampak Depan

Tiga hal yang menjadi point utama penggunaan baby wrap ini adalah Look, Listen and Feel. Hal ini menjadi perhatian utama saat akan menggunakan baby wrap. Sebelum siap pegi menggunakan baby wrap, aku memastikan wajah Ifa bisa aku lihat saat aku gendong, mendengarkan nafasnya teratur dan baik serta tetap waspada dan merasakan apabila ada sesuatu yang tidak nyaman.

Kelebihan menggunakan baby wrap ini. Pertama sudah pasti nyaman buat aku. Berat Ifa seolah-olah lebih ringan daripada aku menggendongnya menggunakan cukin, otomatis badan tidak terasa sakit/pegal. Kedua tanganku bebas bergerak sehingga dapat menggendong sambil makan atau berberes rumah yang tentunya dengan pergerakaan yang sederhana alias tidak ekstrim. Ifa juga sudah pasti merasakan nyaman karena hampir seharian bisa nempel sama bundanya hahaha. Menyusui? Penggunaan baby wrap memungkinkan kita untuk mennyusui sambil menggendong. Asik kan.. ^^

Perlunya waktu untuk membuat simpul gaya menggendong yang diinginkan menjadi salah satu kekurangan baby wrap ini. Belum lagi jika ingin buru-buru menggendong. Apabila ada keperluan sesaat, bayi sebenarnya dapat dikeluarkan dari baby wrap tanpa harus membuka lilitan hanya saja setelahnya lilitan akan kehilangan presisi sehingga (aku) lebih suka mengulang membuat lilitan baru daripada mengencangkan lilitan sebelumnya jika ingin menggendong kembali.

Review Gendongan Bayi Part 2; Ergo Baby 360

Review Gendongan Bayi Part 3; Suppori

Leave a Reply