Sunat Bayi Laki-Laki (Pengalaman Sirkumsisi Bayi); Part 2

Cover Sunat Bayi Laki-Laki (Pengalaman Sirkumsisi Bayi) Part 2.jpg

Obat-obatan dan Perlengkapan Pasca Sunat

Sekitar pukul 4 sore, pendekar jagoan selesai mengurus administrasi rumah sakit dan kami bersiap pulang. Captain agak rewel, mungkin efek anastesi sudah hilang dan akhirnya rasa tidak nyaman mulai terasa. Sebelum pulang, kami dibekali beberapa obat-obatan untuk perawatan pasca sunat bayi. Selama lima hari ke depan, Captain Apip diharuskan control kembali ke dr. Dumaria Ketty Siagian, Sp.B, M.Kes.

Berikut beberapa bekal obat-obatan yang diresepkan buat Captain Apip :

  1. Antibiotik yang harus diminum 2 kali sehari. Antibiotik ini berfungsi untuk mencegah terjadinya infeksi.
  2. Paracetamol fungsinya untuk membantu mengurangi rasa nyeri (parasetamol ini kita skip).
  3. Cairan infus untuk membersihkan penis Captain Apip setelah BAK/BAB.
  4. Kassa melapisi penis agar tidak langsung bergesekan dengan popok. Kassa ini hanya digunakan sampai dengan satu hari pasca sunat/sirkumsisi.

Perawatan Pasca Sunat/Sirkumsisi

Langkah perawatan bayi pasca sunat/sirkumsisi yang diberikan oleh rumah sakitt sepertinya terdengar mudah, tetapi pada prakteknya aku rada deg deg, khawatir melukai, belum lagi kalau melihat jahitan selepas sunat. Selama hampir 5 hari, aku tidak berani memandikan Captain Apip, jadi hanya diseka dengan menggunakan washlap. Sekaan pertama ke seluruh tubuh dengan washlap yang dibilas dengan air sabun, dilanjutkan dengan sekaan kedua ke seluruh tubuh dengan washlap yang dibilas dengan air hangat.

Selama masa pemulihan, popok juga harus sering diganti, minimal setiap 2 jam sekali aku mengganti popok dan tidak harus menunggu sampai popok terasa penuh. Jika BAB maka popok harus segera diganti. Ketika mengganti popok, aku menggunakan baby wipes non parfume terlebih dahulu untuk membersihkan kotoran yang menempel, selanjutnya dibersihkan kembali dengan menggunakan washlap. Setelah semua area sekitar penis bayi bersih, tutup penis bayi dengan kain kassa, lalu basahi kain kassa dengan menyiram kain kassa tersebut dengan air infus. Tepuk halus penis bayi dengan tissue halus lalu, oleskan krim yang sudah diresepkan. Pengolesan krim antibiotik ini hanya dilakukan sebanyak 3 kali sehari. Terakhir pakaikan popok. Selama masa perawatan sebaikanya gunakan popok tipe perekat dengan ukuran 1 level lebih besar dari ukuran biasanya.

Control Pasca Sunat/Sirkumsisi

Sesuai dengan jadwal, di hari kelima, Captai Apip harus kontrol kembali. Alhamdullilah semua baik-baik saja dan luka sudah tampak mengering. Aku mengira saat kontrol benang jahit akan dilepas, ternyata menurut dr. Dumaria Ketty Siagian, Sp.B, M.Kes. benang jahit itu kan lepas dengan sendirinya, paling tidak dalam dua hari kedepan. Captain Apip juga sudah boleh mandi, malahan seharusnya sudah boleh mandi seperti biasa sejak awal T_T.

PAda hari ketujuh, benang jahitan mulai terlepas seperti putusan benang yang rapuh. Selama masa pemulihan Captain Apip tidak rewel dan tetap lincah seperti biasa, bahkan kami yang malah khawatir dengan aktivitasnya dia yang ga bisa anteng hahaha.

Tips Sunat/Sirkumsisi Bayi Laki-Laki

Berdasarkan pengalaman menemani Captain Apip sunat/sirkumsisi, berikut ini beberapa tips yang dapat aku rangkum :

  1. Sunat/sirkumsisi bayi laki-laki sebaiknya dilakukan sebelum bayi berusia lebih dari 12 bulan. Lebih cepat lebih baik. Kalau menurut aku lebih baik ketika usia bayi 1 bulan, karena pada saat itu tali pusar bayi sudah puput, bayi sudah cukup besar dan sudah menerima beberapa imunusasi, dan pergerakan bayi belum terlalu banyak. Jika bayi sudah banyak bergerak seperti Captain Apip (saat disunat berusia 9 bulan), agak sulit perawatannya, karena bayi sudah banyak bergerak, butuh ekstra kehati-hatian dan kesabaran untuk pemulihan.
  2. Selama masa pemulihan, gunakan popok perekat yang halus dan berukuran lebih besar 1 level dari yang biasa dipakai saat itu.
  3. Lebih sering untuk memperhatikan kondisi popok bayi. Seringlah mengganti popok bayi, agar luka tidak terlalu lama tersentuh sisa BAK atau bahkan BAB. Kondisi tubuh bayi harus selalu bersih. Jika kondisi bayi tidak mengharuskan bayi mandi, aku lebih prefer menunggu 3 – 5 hari pasca sunat/sirkumsisi sampai akhirnya bayi dapat mandi seperti biasa. Atau bisa dikonsultasikan kembali dengan dokter.
  4. Menaati jadwal minum obat khususnya obat antibiotik yang sudah diresepkan. Untuk paracetamol selagi tidak ada gejala demam sepertinya tidak perlu.

Sunat Bayi Laki-Laki (Pengalaman Sirkumsisi Bayi); Part 1

One Reply to “Sunat Bayi Laki-Laki (Pengalaman Sirkumsisi Bayi); Part 2”

  1. […] Sunat Bayi Laki-Laki (Pengalaman Sirkumsisi Bayi); Part 2 […]

Leave a Reply